brewin mesa brewin mesa

In the Headlines

  • Investor Daily Indonesia, February 01, 2016

    Semula Brewin Membidik Properti di Jakarta

    JAKARTA- Sebelum memutuskan menggarap proyek di Alam Sutera, Serpong, Tangerang, PT Brewin Mesa Development (Brewin Mesa) sempat menjajaki sejumlah proyek di Jakarta.

    Menurut Presiden Direktur PT Brewin Mesa Development Bill Cheng, pihaknya pernah mencoba mengembangkan proyek mixed use di Jakarta, seperti di Setiabudi Kuningan, Jakarta. Selain itu, sempat ingin membangun proyek besar di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan kawasan Simprug, Jakarta Selatan.

    “Perusahaan kami akan melakukan investasi jangka panjang di Indonesia. Karena Indonesia memiliki potensi pasar yang cukup besar, melihat demografi dan jumlah penduduk juga yang cukup banyak,” ujarnya, di Singapura, Sabtu (30/1).

    Dia memastikan bahwa proyek dirancang dengan baik, dibangun tepat waktu, sesuai anggaran dan kualitas baik. “Dengan strategi dan perencanaan, penjualan dan pemasaran proyek yang baik, Brewin Mesa optimistis proyek apartemen di Alam Sutera ini akan diterima konsumen dengan baik,” ujarnya.

    Brewin Mesa merupakan patungan dua perusahaan keluarga antara Brewin Properties dan Mesa Invensment. Brewin Properties dimiliki oleh keluarga Cheng yang mengendalikan Wing Tai Asia dan Mesa Investment dimiliki anggota keluarga Kwee yang mengendalikan Pontiac Land Limited.

    Bill Cheng merupakan anak kandung Edmund Cheng, pendiri Wing Tai Asia, yang dipercaya untuk mengembangkan properti di Indonesia. Brewin Mesa dirancang untuk melakukan penetrasi pasar properti di Indonesia yang dinilai memiliki peluang besar dibandingkan negara lain.

    Source: beritasatu.com

    read more
  • Investor Daily Indonesia, February 01, 2016

    Brewin Mesa Garap Proyek Rp 1,3 Triliun di Alam Sutera

    SINGAPURA- Perusahaan investasi dan salah satu pengembang real estate berbasis di Singapura, PT Brewin Mesa Development (BMD) berencana mengembangkan proyek properti di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten senilai Rp 1,3 triliun.

    Presiden Direktur PT Brewin Mesa Development Bill Cheng mengatakan, perusahaannya akan mengembangkan dua menara apartemen berkapasitas total 496 unit di atas lahan seluas 8.500 meter persegi (m2).

    “Kawasan Alam Sutera ini memiliki lokasi yang strategis dan infrastruktur yang sudah lengkap. Kami yakin Alam Sutera ini menjadi pusat bisnis (central bussiness district/CBD) baru di kawasan barat Jakarta. Karena sudah banyak perkantoran di Alam Sutera,” kata Bill Cheng, di Singapura, Sabtu (30/1).

    Dia menjelaskan, kedua menara apartemen tersebut berketinggian 38 lantai. Tipe apartemen yang ditawarkan terdiri atas tiga tipe, yaitu tipe 1 bedroom, 2 bedroom, dan 3 bedroom. Sedangkan harganya dibanderol Rp 1,3 miliar sampai dengan Rp 3 miliar per unit sesuai dengan tipenya.

    “Kami berencana meluncurkan proyek tersebut pada kuartal pertama tahun ini, setelah itu barulah pemancangan tiang pertama (groundbreaking),” kata dia.

    Bill Cheng mengatakan, dana investasi Rp 1,3 triliun untuk pengembangan proyek tersebut diperoleh dari pinjaman perbankan sebesar 60% dan dana internal 40%. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2018. “Dua menara apartemen dibangun secara bersamaan. Kami menargetkan selesai pada 2018, jadi kurang lebih proyek berjalan 2,5 tahun,” kata Bill.

    Dia mengatakan bahwa tanah di lokasi bangunan sudah dibebaskan sejak pertengahan Juni 2013 sampai pertengahan 2015. Kepastian status tanah ini, lanjutnya, menjadi bagian dari kenyamanan konsumen. “Tanah sudah dibebaskan sejak Juni 2013, dibeli langsung satu per satu, jadi sudah clear. Konsumen nantinya tidak perlu khawatir tanahnya bersengketa,” kata dia.

    Brewin Mesa merupakan patungan dua perusahaan keluarga antara Brewin Properties dan Mesa Invensment. Brewin Properties dimiliki oleh keluarga Cheng yang mengendalikan Wing Tai Asia dan Mesa Investment dimiliki anggota keluarga Kwee yang mengendalikan Pontiac Land Limited.

    Bill Cheng merupakan anak kandung Edmund Cheng, pendiri Wing Tai Asia, yang dipercaya untuk mengembangkan properti di Indonesia. Brewin Mesa dirancang untuk melakukan penetrasi pasar properti di Indonesia yang dinilai memiliki peluang besar dibandingkan negara lain.

    Source: beritasatu.com

    read more
  • Bisnis.com, January 30, 2016

    PROPERTI: Brewin Mesa Investasi Rp1,3 Triliun Di Alam Sutera

    SINGAPURA – Perusahaan investasi dan pengembang real estate PT Brewin Mesa Development segera melakukan ground breaking dua menara apartemen 38 lantai di kawasan Alam Sutera Tangerang Selatan Juni 2016.

    Bill Cheng, Presiden Direktur PT Brewin Mesa Development, mengatakan investasi proyek tersebut mencapai Rp1,3 triliun yang diperoleh dari pinjaman perbankan 60% dan dana internal 40%. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2018.

    “Dua tower dibangun bersama. Kami menargetkan selesai pada tahun 2018, jadi kurang lebih proyek berjalan 2,5 tahun,” katanya di Singapura, Jumat (29/1/2016) malam.

    Apartemen ini mengincar pasar kelas menengah ke atas dengan harga jual per unit mulai dari Rp1,3 miliar. Luas lantai 8.500 meter persegi dengan kapasitas 490 unit berbagai tipe satu kamar, dua kamar, tiga kamar dan tiga plus satu kamar.

    Brewin Mesa merupakan patungan dua perusahaan keluarga antara Brewin Properties dan Mesa Invensment. Brewin Properties dimiliki oleh keluarga Cheng yang mengendalikan Wing Tai Asia dan Mesa Investment dimiliki anggota keluarga Kwee yang mengendalikan Pontiac Land Limited.

    Bill Cheng merupakan anak kandung Edmund Cheng, pendiri Wing Tai Asia, yang dipercaya untuk mengembangkan properti di Indonesia. Brewin memang dirancang untuk melakukan penetrasi pasar properti di Indonesia yang dinilai memiliki peluang lebih besar dibandingkan negara lain.

    Dalam paparannya, Bill mengatakan bahwa tanah di lokasi bangunan sudah dibebaskan sejak pertengahan Juni 2013 sampai pertengahan 2015. Kepastian status tanah ini, lanjutnya, menjadi bagian dari kenyamanan konsumen.

    “Tanah sudah dibebaskan sejak Juni 2013, dibeli langsung satu per satu, jadi sudah clear. Konsumen nantinya tidak perlu khawatir tanahnya bersengketa,” ujarnya.

    Bill menambahkan, Brewin memiliki pengalaman puluhan tahun dalam bidang properti sehingga bisa merencanakan dan melaksanakan strategi proyek untuk memastikan bahwa proyek dirancang dengan baik, dibangun tepat waktu, sesuai anggaran dan kualitas baik.

    “Dengan pendekatan yang sensitif untuk perencanaan, penjualan dan pemasaran proyek, Brewin Mesa bisa menandai dan memahami proyek yang relevan dan dicari oleh target pasarnya,” tutur Bill.

    Source: bisnis.com

    read more
  • Bisnis.com, January 13, 2016

    Brewin Mesa Akan Ramaikan Pasar Real Estate Indonesia

    SINGAPURA – Perusahaan investasi dan pengembang real estate berbasis di Singapura, Brewin Mesa Pte Ltd bakal ikut meramaikan pasar properti Indonesia melalui PT Brewin Mesa Development.

    Brewin Mesa merupakan patungan dua perusahaan keluarga antara Brewin Properties dan Mesa Investment. Brewin Properties dimiliki oleh keluarga Cheng yang mengendalikan Wing Tai Asia dan Mesa Investment dimiliki keluarga Kwee yang mengendalikan Pontiac Land Limited.

    Keduanya berpengalaman puluhan tahun di sektor properti di berbagai negara seperti Singapura, China, Malaysia dan Amerika Serikat. Proyek di Singapura diantaranya hotel The Ritz-Carlton beserta pusat perbelanjaan dan perkantoran Millenia, Capella Hotel di pulau Sentosa, Admore Residences dan Hana Residences dengan target pasar kelas menengah ke atas.

    Bill Cheng, Presiden Direktur PT Brewin Mesa Development mengatakan perusahaan keluarganya baru masuk Indonesia saat ini karena memiliki potensi pasar yang cukup besar. Perusahaan ini juga dirancang untuk fokus pada pengembangan properti mewah di area bisnis kota-kota besar di Indonesia.

    “Brewin Mesa akan fokus pada pengembangan yang kokoh dengan desain inovatif di sektor perumahan dan komersial kota-kota utama Indonesia,” katanya di sela-sela Media Trip di Singapura pada Jumat (29/1/2016).

    Menurut Bill, Indonesia memiliki pasar potensial yang bisa dimasuki yakni kalangan profesional dan pasangan baru atau keluarga baru yang berpenghasilan menengah ke atas. Seperti halnya pengembang lainnya, target pasar ini akan terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk di kota besar, terutama Jakarta yang diperkirakan mencapai 35 juta penduduk pada 2020.

    Dengan banyaknya pelaku industri yang mengincar target pasar yang sama, Bill mengatakan hal itu akan mendorong kompetisi produk yang semakin baik. Ia percaya produknya nanti akan memenangkan persaingan dengan membangun proyek yang berbeda dengan mengutamakan kualitas dan mengenal target pasar.

    “Kami bekerja sangat detail, sangat mengerti target pasar, apa pekerjaan mereka, profesional, pasangan muda, keluarga kecil atau lainnya. Desain, target market sangat penting untuk diketahui, hal hal kecil dikerjakan secara detil dan mengerti pasar,” ujarnya.

    Di beberapa lokasi yang dikunjungi dalam agenda media trip ini, seperti Capella Hotel dan Ardmore Residences memang dipetuntukkan bagi kalangan menengah atas. Untuk harga sewa sejenis apartemen di Ardmore berkisar antara Sin$ 23.000 – Sin$ 32.000 per bulan atau dalam kurs rupiah Rp 220 juta – Rp 300 juta per bulan.

    Source: bisnis.com

    read more